Sebagai kota penyangga yang mendukung kota besar terdekat, yaitu Yogyakarta dan Solo (Surakarta) serta berada dalam wilayah aglomerasi yang lebih luas, seperti kawasan Solo Raya dan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) tentunya tidak sedikit yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Klaten. Desa Troso, Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten, dikenal sebagai kawasan dataran rendah yang saat ini dilewati jalur pembangunan Tol Jogja- Solo. Desa ini menghadirkan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui perkembangan UMKM-nya. Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM bekerja sama dengan KKN UNNES belum lama ini melakukan pemetaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan pemetaan potensi UMKM ini dilakukan untuk mendata usaha dan potensi apa saja yang dimiliki oleh warga Desa Klaten, untuk seluruh Dusun yaitu Dusun Troso, Gemblongan, Sumberejo, dan Troso Baru. “Bidang usaha yang dipetakan mencakup berbagai macam bidang usaha seperti ritel, kuliner, dan fashion. Dekat dengan pondokan KKN kami tepatnya di Dukuh Gemblongan banyak yang sudah lama menjalankan usaha di bidang fashion bahkan secara turun temurun. Fokusnya pada produksi kebaya, beskap, baju pengantin, dan sebagainya” kata Daudy Sajida atau yang kerap disapa Audy dalam rilis yang dikirim Sabtu (17/8).
Selain itu, Audy menyebutkan bahwa warga Desa Troso juga memiliki beberapa usaha makanan, seperti produk keripik belut, jamur, tempe, bayam, bolen, donat serta nasi goreng, angkringan, mie ayam, soto, dan masakan lainnya. Di Dukuh Troso Baru bahkan ada yang mengelola sebuah usaha catering. Selain melakukan pemetaan di beberapa usaha makanan tersebut, anggota tim mahasiswa KKN juga turut membantu para pelaku usaha dalam hal pemasaran produk melalui Sosialisasi Digital Marketing yang diadakan di Aula Balai Desa Troso. Beberapa dari usaha makanan tersebut masih belum memiliki brand maupun pemasaran di media sosial.
Di samping itu, tim KKN UGM juga turut melakukan sosialisasi tata cara mendaftarkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan pentingnya QRIS dalam memudahkan maupun mengintegrasikan pembayaran. “Sudah lama saya ingin membuat QRIS namun belum sempat, adik- adik KKN membantu saya dalam mengarahkan pembuatan QRIS yang aman dan benar,” ujar Ibu Indah selaku pemilik usaha bolen.
Audy menyebutkan sebagian besar warga Desa Troso juga merupakan petani padi maupun jagung. Sebagian dari mereka memiliki lahan untuk ditanami beberapa komoditas lain seperti pisang, cabai, semangka, papaya, dan lain-lain. Bahkan Tim KKN sempat mendapatkan beberapa hasil pertanian yang diberikan oleh para petani secara cuma-cuma. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai UMKM Desa Troso, dapat dilihat peta persebaran UMKM Desa Troso pada link dibawah ini,
https://arcg.is/0Lb9yi
Tim KKN juga melakukan pemetaan wilayah Desa Troso menggunakan citra satelit. Hasil dari pemetaan tersebut merupakan peta fisik yang memaparkan batas wilayah administrasi desa, penggunaan lahan, persebaran fasilitas umum, dan UMKM terbaru yang berada di Desa Troso. “Dengan adanya pemetaan, baik itu secara fisik maupun data, akan mempermudah serta memberi arahan Desa Troso dalam merencanakan kegiatan-kegiatan pembangunan desa secara sustainable,” ujar Audy.
Seperti diketahui, kegiatan KKN PPM UGM di Desa Troso ini di bawah bimbingan apt. Fathul Muin, M.Pharm. Selain Audy, anggota tim mahasiswa KKN PPM terdiri dari Hanin Rahma, Ardelia Dwi, Maulida Shabrina, Krisna Septyan, Sigit Widiatmoko, Erlangga Sukma, Cahyo Mukti, Ingwhy Kacanusa, Dian Amira, Sylvia Latifa, dan Zahra Eka.
Penulis: Daudy Sajida